KAU SUDAH LUPA?

Aku bertemu dengan penyajak tepi jalan itu.

Sudah lama tidak bertukar bicara, kali terakhir semasa dia memberi nasihat ketika aku putus cinta bulan Januari dahulu.

“Lu sudah lama tak tulis sajak?” tanya dia.

“Ada satu, dua,”

“Lu sudah lama tak tulis sajak…” kata dia.

“Ya,” aku angguk. “Aku tak pandai tulis sajak,”

“Lu pergi mampus!”

Aku ketawa dan dia terus dengan Encik Jack D-nya. Minta Sampoerna sebatang. Katanya orang-orang atas semakin mencekik lehernya.

“Sebelum Sampoerna bunuh gua, orang-orang atas tu dah cekik gua dulu,”

Aku hanya angguk.

“Lu tak tulis sajak lagi?” soalnya.

“Aku tak pandai tulis sajak,”

“Lu, sama orang-orang kat atas, boleh pergi mampus!”

Aku terus ketawa sementara dia terus diam melayan rokok subsidi. Dia nak minta aku belanja nasi lemak, aku cakap tak ada duit, dia suruh aku mampus sekali lagi.

Entah bila aku akan jumpa dia lagi.

This entry was posted on Saturday, July 14th, 2007 at 10:09 pm and is filed under jurnal. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply